Ketika Ingin Bunuh Diri, Gadis ini Sempat Memberi Kado Terakhirnya

Ketika Ingin Bunuh Diri, Gadis ini Sempat Memberi Kado Terakhirnya

Indozones - Ketika seseorang bunuh diri kita langsung berfikir apa sebenarnya yang terjadi dan apa sebabnya? Kebanyakan yang terjadi adalah karena tidak tahan tekanan ekonomi atau karena kehilangan pacarnya, tidak jarang pula orang melakukan hal tersebut karena sudah tidak ada harapan lagi di dunia ini. Tapi, bagaimana jika orang yang bunuh diri itu adalah seseorang yang selalu ceria dalam hidupnya?

Terkadang ada seseorang yang menyembunyikan dan mengalihkan kesedihan, kekecewaan, masalah yang sedang dihadapi sehingga membuatnya depresi dengan cara terlihat ceria dan bahagia. Siapa yang bisa mengira jika seseorang yang terlihat bahagia kemudian hari Anda mendengar orang itu meninggal karena bunuh diri? Hal inilah yang dialami oleh remaja cantik Madison Holleran.

Seorang gadis berusia 19 tahun dikabarkan meninggal karena bunuh diri. Dia melompat dari atas gedung parkir dan nyawa langsung melayang. Sebelum dia bunuh diri, Madison meninggalkan hadiah untuk orang tua dan kakek neneknya, demikian ditulis dari laman Metro.co.uk.

Madison merupakan mahasiswa berbakat yang bunuh diri. Dia menguasai bidang musik dan atlet, yang tercatat sebagai mahasiswi Universitas Pennsylvania. Dalam sebuah wawancara dengan majalah di sana, orang tua Madison mengatakan bahwa sebelum meninggal, Madison meninggalkan hadiah berupa biskuit ginseng untuk kakek dan neneknya. Serta cokelat truffle untuk ayah dan ibunya.

Jim Holleran selaku ayah Madison mengungkapkan bahwa anaknya selalu tampak bahagia, bahkan dia mengklaim anaknya paling bahagia, dan itu jelas dapat dilihat melalui ekspresi Madison ketika bahagia.

Madison telah memberitahu orang tuanya bahwa dia ingin bunuh diri sebulan sebelumnya. Ayahnya mengatakan telah mengirim pesan singkat pada Madison, agar menemui terapis sebelum memutuskan hal yang buruk.

Setelah meninggalnya Madison, kini keluarga Madison mendirikan sebuah yayasan untuk mengenang putri mereka yang akan membantu siswa SMA atau remaja lainnya yang menderita depresi, agar tidak mengalami hal yang sama seperti anak mereka.

Dan jika seseorang paham dengan apa yang mereka lakukan terhadap keluarga dan teman-temannya serta sahabat, mereka tidak akan memilih bunuh diri lagi. Jika mereka benar-benar memahami bunuh diri membuatnya tidak bisa bertemu lagi dengan orang-orang yang disayangi.

Maka, seseorang tidak akan memilih bunuh diri, sayangnya saat orang mengalami depresi sama saja sedang tidak berpikir waras, akhirnya langkah bunuh diri pun dipilih untuk menyelesaikan masalah. Oleh sebab itu, kedekatan emosional dengan keluarga dan teman perlu lebih dibina lagi.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

0 komentar

Inspiration news is deliberately presented to all people, the news on this website is the article excerpt from the outside website, you can also quote this article by mentioning the source website.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2013 - 2015. Indozones - All Rights Reserved