Anak Malang ini Mengalami Penyakit Aneh Namun Tetap Semangat dan Sekolah

Anak Malang ini Mengalami Penyakit Aneh Namun Tetap Semangat dan Sekolah

Indozones - Kita harus bersyukur karena kita telah diberi maha pencipta dengan tubuh yang sempurna. Tapi, kadang ada juga orang yang merasa kekurangan seperti mata pencarian dengan perubahan zaman ini, Anda bakal berfikir dua kali jika Anda membaca kisah miris yang satu ini.

Perjuangan seorang bocah untuk bertahan hidup dari penyakit langka yang di alaminya ini. Delapan tahun sudah, Liuchen harus menderita karena kulitnya serapuh sayap kupu-kupu. Song Liuchen (8) dari kota Shangqiu, provinsi Henan, China menderita epidermolisis bulosa (EB) sejak lahir.

membalut tubuh Liuchen dengan tisu


Epidermolisis bulosa merupakan suatu penyakit genetik yang di turunkan atau di dapat secara langsung. Penyakit ini ditandai dengan terbentuknya lepuh jika terkena trauma fisik (seperti luka lecet dan gesekan terus menerus). Penyakit ini diperkirakan terjadi pada 1 dari 10.000-100.000 anak, demikian dilansir chinadaily.com.cn.

Ketika Liuchen lahir, ia menangis non-stop selama 12 jam saat disentuh. Para ahli medis mengungkapkan, jika banyak bayi yang meninggal setelah mengalami infeksi atau masalah pernafasan. Lepuhan ini dapat berkembang mempengaruhi saluran pernapasannya.

Liuchen telah bertahan dan berjuang dari penyakitnya hingga usia delapan tahun. Saat ia lahir, orang tua Liuchen diberitahu dokter bahwa anak mereka tidak akan hidup lama. Spesialis di rumah sakit Zhengzhou, tempat Liuchen lahir, mengatakan jika kondisinya sangat langka, bahkan pihak rumah sakit tidak mengerti cara mengobatinya.

Luka-luka menyebabkan jari-jari Liuchen menyatu


Ayah Liuchen, Zhongmin (43) dan ibunya Wang Xiaying (39) mengatakan, jika keberanian dan ketangguhan anak mereka untuk bertahan dari penyakitnya, mendorong mereka untuk tetap optimis. Kondisi tubuhnya yang rapuh, tidak menyurutkan semangat Liuchen untuk tetap sekolah. Liuchen bahkan menjadi salah satu siswa terbaik di kelasnya.

"Satu-satunya hal yang telah membantu kami adalah kesabaran dan perawatan istri saya. Kami perlahan-lahan belajar menemukan cara untuk membuatnya hidup lebih mudah. Walaupun Liuchen mengalami rasa sakit yang konstan dalam segala aktivitasnya," kata Ayah Liuchen dengan sedih.

Musim dingin adalah musim terbaik bagi Liuchen. Kondisinya akan memburuk saat musim panas. Ibunya harus mengganti seprai setiap hari karena darah dan cairan dari luka-lukanya. Jari-jari Liuchen telah menyatu karena lukanya. Ia bahkan tidak memiliki kuku karena telah lepas.

Bantuan untuk kesembuhan Liuchen


Kondisi Luichen makin memburuk. Biaya yang besar, telah dikeluarkan orangtuanya untuk perawatan dan obat-obatan. Liuchen bahkan tak sanggup untuk makan nasi.

"Saya mencoba untuk kuat demi buah hati saya, tetapi, terkadang saya ingin sendiri dan menangis. Saya tidak ingin Liuchen melihat saya sedih," kata ibu Liuchen.

Bantuan untuk Liuchen terus mengalir. Baru-baru ini, staf dari pemerintah daerah dan para dermawan datang ke rumah Liuchen untuk menyumbang. Hingga saat ini keluarga Liuchen telah menerima lebih dari 230.000 yuan atau sekitar Rp 471 juta.

Tak ada obat yang dapat menyembuhkan EB. Untuk saat ini, pengobatan terfokus untuk mengatasi gejala-gejala, termasuk pencegahan nyeri, pencegahan luka, infeksi, rasa terbakar dan gatal yang terjadi akibat penyembuhan luka terus menerus.

Semoga cepat ditemukan obat penangkal untuk mengatasi penyakit ini ya. Sikap Liuchen dalam menghadapi penyakitnya, patut kita acuan jempol. Ia tetap optimis dan bersemangat, bagaimanapun keadaannya.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

0 komentar

Inspiration news is deliberately presented to all people, the news on this website is the article excerpt from the outside website, you can also quote this article by mentioning the source website.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2013 - 2015. Indozones - All Rights Reserved