Nenek ini Dihukum Pemerintah Karena Adopsi 40 Anak yang Terlantar

Nenek ini Dihukum Pemerintah Karena Adopsi 40 Anak yang Terlantar

Indozones - Menikah dan memiliki keturunan adalah hal yang mesti dilakukan oleh manusia. Tapi, ternyata tidak semua orang tua bahagia dengan kehadiran anak di sebuah keluarga. Hingga detik ini, tidak sedikit anak harus terlantar di jalanan dan ditinggalkan begitu saja oleh orang tua kandungnya.

Namun ternyata orang tua macam ini tidak berlaku bagi seorang nenek di China. Ia justru dengan senang hati telah mengadopsi hampir 40 anak terlantar yang ada di sana selama hampir 40 tahun, demikian dikutip lewat situs shanghaiist.com.

Nenek ini bernama Kong Zhenian berusia 67 tahun. Ia mengaku telah mengadopsi hampir 40 anak terlantar. Anak-anak tersebut ada yang cacat fisik ataupun cacat mental saat ditemukan di jalan. Ada juga yang sehat dan normal. Sampai saat ini, anak tertua yang di adopsi Kong telah berusia 27 tahun dan sekarang telah hidup mandiri. Sedangkan yang termuda berusia 1 bulan.

Anak-anak tersebut tinggal di rumahnya yang diberi nama Rumah Kasih. Di sana mereka mendapatkan kasih sayang serta makan, minum, pakaian dan kebutuhan lainnya. Hari ulang tahun dari anak-anak yang diadopsi Kong adalah tanggal dimana Kong dan suaminya menemukan anak tersebut. Sampai saat ini, beberapa anak adopsi Kong telah tumbuh dewasa dengan baik dan sehat.

6 di antara anak adopsi Kong telah melanjutkan ke universitas dan dua lainnya telah masuk sekolah teknik. Meskipun semua anak adopsinya memiliki masalah baik masalah fisik maupun mental, Kong mengaku bahwa mereka semua adalah anak-anak yang baik.

Apa yang dilakukan Kong tentu merupakan hal yang terpuji karena dengan sabar dan ikhlas telah merawat serta memelihara anak terlantar. Tetapi, nampaknya pemerintah menilai berbeda.

Pemerintah menganggap apa yang dilakukan Kong dan keluarga adalah pelanggaran. Menurut aturan pemerintah di sana, sebuah keluarga tidak diijinkan mengadopsi anak lebih dari 3 apalagi anak tersebut menyandang cacat fisik maupun mental.

Pemerintah menyarankan agar Kong menyerahkan anak-anak adopsinya ke panti kesejahteraan anak. Dan atas pelanggaran Kong serta keluarga yang telah mengadopsi anak lebih dari 3, pemerintah memberikan hukuman kepada Kong.

Lahan seluas 8.000 meter persegi miliknya telah disita oleh pemerintah. Bukan hanya itu saja, pemerintah juga memotong segala bantuan keuangan untuknya dan keluarga.

Meskipun hal ini membuat Kong mengalami krisis keuangan untuk memenuhi biaya perawatan terhadap anak-anak adopsinya, ia tetap semangat. Ia mengatakan "Donasi selalu datang dari orang-orang baik di luar sana. Anak adopsi saya yang telah tumbuh dewasa dan mandiri juga membantu. Beberapa orang juga menyumbangkan berupa makanan, pakaian dan uang.

Bagaimana menurut Anda. Bukankah nenek Kong adalah seorang yang baik hati dan perlu diberi penghargaan serta acuan jempol? Semoga saja masih ada banyak lagi orang baik seperti nenek Kong di luar sana.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

0 komentar

Inspiration news is deliberately presented to all people, the news on this website is the article excerpt from the outside website, you can also quote this article by mentioning the source website.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2013 - 2015. Indozones - All Rights Reserved