Inilah 9 Wanita Pembunuh Paling Kejam di Dunia

Inilah 9 Wanita Pembunuh Paling Kejam di Dunia

Indozones - Dalam kehidupan ini senantiasa ada kasus pembunuhan yang sering kita dengar, adapun pembunuhan karena harta, rampok, bahkan dendam. Namun bagaimana jika pembunuhan berantai itu dilakoni oleh wanita?

Sepanjang sejarah ada perempuan yang diam-diam suka meracuni dan menyiksa orang yang tidak bersalah. Telah dikumpulkan beberapa wanita pembunuh berantai yang terburuk dan paling menakutkan, demikian ditulis dalam laman Firsttoknow.com.

Mereka merupakan seorang istri, pelayan, gadis-gadis muda bahkan bangsawan, pelaku kriminal tersebut berasal dari semua lapisan masyarakat dan seluruh dunia. Berikut di bawah ini daftar pembunuh berantai wanita yang paling menakutkan sepanjang sejarah.

Elizabeth Bathory


Countess Elizabeth Bathory de Ecsed adalah seorang bangsawan Hungaria yang hidup pada abad ke-16. Mungkin dia adalah wanita pembunuh berantai paling terkenal, serta paling menakutkan. Seorang saksi mengaku Bathory menyiksa dan membunuh korbannya di ruang bawah benteng dan memakan daging serta meminum darah manusia.

Awalnya, Bathory mengincar gadis-gadis petani yang masih muda atau perawan. Dia memikat mereka dengan janji diberikan pekerjaan bergaji tinggi sebagai pembantu rumah tangga. Akhirnya para korban terpikat dan pindah ke istana Bathory untuk menerima pelajaran etiket.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, Bathory telah dituduh membunuh sebanyak 650 perempuan muda termasuk meminum darah korban. Bathory dinyatakan bersalah dalam sidang tahun 1611 dan meninggal di penjara empat tahun kemudian. Kisah Bathory menginspirasi banyak legenda, buku dan film.

Amelia Dyer


Amelia Dyer memiliki sebuah penampungan atau panti asuhan bayi di Inggris pada akhir abad ke-19, di mana ia mengadopsi bayi yang baru lahir dari ibu hamil yang tidak sah. Dyer berlaku baik dan akan membantu menemukan orang tua adopsi bagi bayi yang dibuang.

Sayangnya, Dyer membiarkan mereka mati karena kekurangan gizi, akhirnya dia mulai membunuh bayi-bayi malang tersebut. Hal ini menegaskan bahwa dia telah membunuh enam bayi tak berdosa, tapi ia diyakini telah membunuh lebih dari 200 hingga 400 bayi.

Dyer tertangkap pada tahun 1879 dan dijatuhi hukuman enam bulan, dan keluar penjara, dia membunuh bayi lagi. Dia tertangkap lagi dan dihukum 15 tahun kemudian, dan kali ini dia mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman gantung.

Delphine Lalaurie


Madame Marie Delphine LaLaurie adalah seorang sosialita New Orleans pada awal abad ke-19. Dia memiliki sejumlah budak yang semua orang percaya diperlakukan dengan baik. Banyak memuji LaLaurie karena kecantikannya dan pesona.

Namun, setelah kebakaran di rumahnya terungkap Madame memiliki ruang penyiksaan di mana beberapa budak kulit hitam ditemukan digantung. LaLaurie melarikan diri ke Paris setelah massa yang marah menyerang rumahnya. Penyelidikan mengungkapkan bahwa sosialita itu terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan ratusan budak.

Gwen Graham dan Cathy Woods


Gwen Graham dan Cathy Wood mulai berkencan ketika mereka bertemu di Alpine Nursing Home, di mana mereka bekerja sebagai pembantu perawat. Sebagai bagian ikatan cinta, mereka berdua bersekongkol dan menahan kemudian membunuh lima orang lanjut usia. Graham mulai berkencan dengan wanita lain dan pindah bersamanya ke Texas.

Pada tahun 1988 mantan suami Wood, yang tahu tentang pembunuhan Woods, lapor ke pihak berwajib. Selama proses penyidikan, Woods dan Graham menuduh satu sama lain sebagai dalang utama dan penipu dalam hubungan mereka.

Graham dijatuhi hukuman seumur hidup setelah dia dinyatakan bersalah atas lima tuduhan pembunuhan. Woods dijatuhi hukuman 20 tahun, dan diperkirakan akan bebas pada tahun 2021.

Júlia Fazekas dan Angels of Nagyrév


Júlia Fazekas berprofesi sebagai seorang bidan, yang memiliki solusi menarik untuk masalah perempuan. Selama Perang Dunia pertama, banyak perempuan di desa Hungaria, Nagyrév berselingkuh dengan pria asing sejak suami mereka pergi untuk berperang di medan laga.

Tentu, tidak ada wanita ingin suami memergoki hubungannya dengan pria lain atau anak yang bukan miliknya. Fazekas membantu wanita-wanita itu, "Angels of Nagyrev," meracuni suami mereka. Dia membantu dalam pembunuhan lebih dari 300 orang dari tahun 1914 hingga 1929.

Martha Needle


Martha Needle dibesarkan dalam kondisi kemiskinan dan lingkungan yang tidak baik di Australia Selatan selama tahun 1860-an. Dia dilaporkan menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan sejak kecil. Pada 1891, dia meracuni suaminya dan tiga anak yang masih kecil, dan menggunakan uang asuransi untuk membeli kuburan keluarga.

Setahun setelah pembunuhan itu, Needle dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga oleh saudara Otto dan Louis Junken. Dia dan Otto mulai menjalin hubungan cinta, yang tentu ditentang Louis.

Tiba-tiba dia menjadi sakit dikarenakan alasan serius dan meninggal secara misterius beberapa bulan kemudian. Kakak kedua Otto juga meninggal karena sakit tak lama setelah berganti pasangan. Setelah otopsi, terungkap Needle telah memberikan arsenik pada kedua saudara itu.

Sebuah penyelidikan dimulai pada almarhum suami dan anak-anak yang ditemukan, dan mereka positif terkena arsenik. Noodle mengklaim bahwa dia tidak bersalah, namun tetap dijatuhi hukuman mati. Menariknya, Otto tinggal di sisinya sampai akhir hayat.

Magdalena Solis


Magdalena Solis, atau "The High Priestess of Blood" adalah seorang pemimpin sekte dan pembunuh berantai di Meksiko. Suatu saat di tahun 1963, Solis dan kakaknya dihubungi oleh dua penjahat, saudara-saudara Hernandez. Saudara itu meyakinkan warga desa setempat bahwa mereka adalah nabi dewa Inca.

Penduduk desa miskin membayar pajak dan memberikan pengorbanan kepada "nabi", tetapi ketika penduduk desa menyadari tidak ada yang berubah, saudara-saudara mengaku Solis sebagai reinkarnasi dari dewi untuk memulihkan iman mereka.

Solis menciptakan ritual mengerikan dari korban manusia yang melibatkan pemukulan, pembakaran, pemotongan, dan memotong-motong korban. Para imam akan minum campuran darah manusia dan ayam. Dalam kasus yang paling ekstrim, ada pembedahan hati korban hidup'.

Pada tahun yang sama, seorang anak 14 tahun sengaja menyaksikan ritual. Dia melaporkan apa yang dilihatnya kepada detektif, tapi setelah keduanya kabur polisi memulai penyelidikan. Hernandez ditangkap sedangkan Solis dan adiknya dijatuhi hukuman 50 tahun penjara.

Hélène Jégado


Hélène Jégado adalah pembantu Perancis yang tinggal di awal 1800-an. Dia mulai meracuni korbannya pada tahun 1833 ketika ia bekerja untuk seorang pendeta. Dia di duga menewaskan tujuh orang dalam kurun waktu tiga bulan, termasuk adik dan pendeta. Karena ada wabah kolera di daerahnya, tidak ada yang mengira kematian yang janggal.

Pada tahun 1850 ia meracuni sejumlah pegawai di rumah tempat dia bekerja. Ketika dokter meminta untuk melihat salah satu mayat untuk otopsi, Jégado berteriak bahwa dia tidak bersalah tanpa alasan yang jelas.

Dokter menjadi curiga dan penyelidikan dimulai. Pembantu itu dinyatakan bersalah terhadap tiga pembunuhan, tiga percobaan pembunuhan, dan sebelas pencurian. Dia dieksekusi dengan hukuman mati pada tahun 1852.

Mary Bell


Pembunuh ini dimulai sejak dini. Saat Mary Bell masih berusia sebelas tahun berasal dari Inggris dinyatakan bersalah, karena mencekik dua anak laki-laki yang masih kecil, korban berusia 3 dan 4 tahun. Dia kembali lagi ke lokasi pembunuhan dan mengukir huruf M pada perut korbannya menggunakan pisau cukur, serta memutilasi lainnya.

Bell dibebaskan dari penjara pada tahun 1980, ketika ia berusia 23. Sejak pembebasannya, si pembunuh telah hidup di bawah pengawasan pengadilan dan dilindungi. Pada tahun 1998 sebuah buku menuliskan tentang hidupnya diterbitkan, judulnya Cries Unheard: Story Of Mary Bell.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

1 komentar:

avatar

gila.. serem banget... jadi mrinding

Inspiration news is deliberately presented to all people, the news on this website is the article excerpt from the outside website, you can also quote this article by mentioning the source website.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2013 - 2015. Indozones - All Rights Reserved