Tiap Hari Menempuh 28 Kilometer Demi Menyekolahkan sang Anak

Tiap Hari Menempuh 28 Kilometer Dengan Menyekolahkan sang Anak

Indozones - Pendidikan adalah jaminan untuk masa depan, tidak heran jika orang tua selalu ingin anaknya sekolah tinggi dan inilah menjadi harta paling berguna di masa depan. Dengan mengenyam pendidikan yang cukup, banyak hal baik yang tentu akan datang.

Hal ini tentu sudah disadari betul oleh seorang ayah hebat asal China bernama Yu Xukang, yang mendedikasikan hidupnya demi pendidikan sang anak tercinta, Xiao Qiang. Demi menyekolahkan sang buah hati, Yu Xukang rela berjalan dan menggendong Xiao Qiang sejauh 28 kilometer setiap harinya, demikian dikutip lewat laman dailymail.co.uk.

Berpisah Dengan Ibu

Sungguh tidak beruntung nasib Xiao Qiang, yang harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah berpisah. Saat itu, Xiao Qiang masih berusia tiga tahun, yang artinya masih sangat membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Hal ini pun memaksa sang ayah, Yu Xukang, berjuang sendirian membesarkan sang buah hati tercinta. Pria berusia 40 tahun ini memang tak kenal lelah demi menunaikan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah yang baik.

Penyandang Disabilitas

Kemalangan yang dialami Xiao Qiang tak berhenti di situ saja. Selain harus berpisah dengan sang ibu di usia tiga tahun, Xiao Qiang terlahir menyandang disabilitas sejak lahir. Hingga usianya yang kini telah 12 tahun, Xiao Qiang belum mampu berjalan. Lebih lanjut, tumbuh kembang Xiao Qiang berbeda dengan anak-anak normal biasanya.

"Anakku, dengan disabilitas yang ia sandang, tak mampu berjalan sendiri dan artinya ia tak bisa mengendarai sepeda. Apalagi, di usianya yang sudah 12 tahun, tinggi badannya masih 90 sentimeter," terang sang Ayah.

Menggendong Puluhan Kilometer

Tempat kediaman ayah dan anak ini memang sangat jauh dari perkotaan, yakni di sebuah desa kecil di China bernama Yibin. Yu Xukang rela menggendong Xiao Qiang sejauh 28 kilometer setiap harinya ke tempat sang anak bersekolah.

Jalan terjal pun dilaluinya setiap hari. Di daerah ini memang tidak ditemui kendaraan umum seperti bus, lantaran letak desa yang berada di daerah perbukitan yang curam.

"Aku sudah menggendongnya seperti ini sejak September tahun lalu, setiap pagi aku bangun pukul 5 untuk menyiapkan bekal makan siangnya, kemudian aku mengantarkannya dan kembali ke sini untuk bekerja," tutur sang ayah. "Aku kemudian kembali ke sekolah untuk menjemput putraku dan menggendongnya pulang," imbuhnya.

Ditolak di Berbagai Sekolah

Di desa Yibin sendiri memang terdapat beberapa sekolah reguler di mana anak-anak sebaya Xiao Qiang dapat bersekolah. Namun malangnya, sekolah-sekolah ini menolak Xiao Qiang belajar di tempat mereka lantaran dianggap tak mampu secara fisik dan mental.

Itulah mengapa sang Ayah rela berjalan sejauh 28 kilometer setiap harinya demi membuat sang anak tercinta tetap bersekolah. Sebuah perjuangan yang tentu tidak semua orang mampu melakukannya.

Berprestasi di Kelas

Perjuangan sang ayah yang begitu keras nyatanya dibayar memuaskan oleh Xiao Qiang. Meskipun ia menyandang disabilitas, terbukti Xiao Qiang adalah salah satu murid paling berprestasi di kelas. Hal ini pun makin meyakinkan Yu Xukang akan kemampuan luar biasa sang buah hati.

"Aku sangat bangga dengan fakta bahwa ia mendapat ranking pertama di kelas dan aku yakin dia akan terus berprestasi. Mimpiku adalah nantinya ia terus bersekolah hingga ke perguruan tinggi," harap Yu Xukang.

Mendapat Perhatian Pemerintah

Akhirnya pemerintah mendengar kisah mengharukan antara ayah dan anak ini. Antusias dan ekspos media begitu besar yang akhirnya terdengar juga oleh masyarakat luas.

Pemerintah China pun dikabarkan telah menyewa tempat tinggal yang layak di dekat sekolah Xiao Qiang agar sang ayah tak perlu lagi bersusah payah menggendongnya puluhan kilometer dari desa Yibin.

Sungguh sebuah kisah yang sangat menginspirasi kita semua ya? Kita juga perlu acuan jempol dengan sosok ayah yang hebat ini dan semoga di masa depan sang anak bisa mengapai cita-cita sang ayah yang tidak mengenal pamrih dan kesabaran untuk menyekolahkannya ya.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

0 komentar

Inspiration news is deliberately presented to all people, the news on this website is the article excerpt from the outside website, you can also quote this article by mentioning the source website.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2013 - 2015. Indozones - All Rights Reserved