Kelebihan Konsumsi Antibiotik Bisa Memicu Kegemukan Terhadap Balita

Kelebihan Konsumsi Antibiotik Bisa Memicu Kegemukan Terhadap Balita

Indozones - Sudah tidak asing lagikan jika mendengar antibiotik? Obat yang satu ini dipercaya mampu mengatasi segala macam penyakit. Padahal ungkapan itu tidak benar, Terlalu sering mengonsumsi antibiotik justru berdampak buruk, salah satunya, memicu kelebihan berat badan.

Penelitian terbaru menemukan, pemakaian antibiotik yang terlalu sering, terutama pada anak usia di bawah 2 tahun, ditengarai menjadi salah satu penyebab kelebihan berat badan, bahkan obesitas. Hasil penelitian ini diungkap pakar bakteri dari India, Satya Swarama, di Jakarta beberapa waktu lalu, demikian ditulis Kompas.com.

Dikatakan bahwa penggunaan antibiotik yang terlalu sering memiliki efek negatif terhadap keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Hal ini bisa membuat sistem metabolisme terganggu, penyerapan makanan tidak sempurna, dan diyakini dapat membuat anak mengalami kegemukan.

Menurut dr.Ahmad Fuady, Msc, antibiotik memang dicurigai sebagai salah satu faktor yang menyebabkan obesitas pada anak-anak. Terutama jika antibiotik diberikan sebelum usia anak mencapai 2 tahun, dengan pemberian antibiotik sekitar 3-5 episode, yakni dalam 2 tahun anak diberikan antibiotik sebanyak 3-5 kali.

Misalnya, Januari sakit, anak diberi antibiotik untuk konsumsi seminggu. Lalu Mei sakit lagi dan diberi antibiotik selama seminggu. Agustus pun sakit lagi, kemungkinan akan diberi obat dari jenis yang sama. Nah, pemberian 3 episode ini yang dapat memicu kelebihan berat badan pada anak.

Jenis antibiotik yang dianggap beresiko menimbulkan obesitas adalah antibiotik spektrum luas, yakni antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai jenis bakteri, seperti antibiotik jenis tetrasiklin yang efektif terhadap bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif. Artinya, ini bukan jenis antibiotik spektrum sempit yang khusus ditujukan untuk jenis bakteri tertentu.

Pemberian antibiotik spektrum luas akan membuat seluruh bakteri yang ada dalam tubuh mati, termasuk bakteri baik yang ada di dalam usus. Sementara antibiotik spektrum sempit, misalnya antibiotik untuk penyakit paru, yang dituju umumnya hanya bakteri yang menginfeksi paru-paru seperti pneumokokus penumoniae.

Namun, kita juga perlu memahami bahwa tak hanya antibiotik yang dapat memicu kegemukan. Penyebab kegemukan itu multifaktor, seperti faktor genetik dari orangtua, konsumsi makanan karbohidrat dan lemak tinggi, kurang bergerak atau berolahraga.

Yang terpenting adalah kita bijak menggunakan antibiotik. Dokter seharusnya tidak begitu mudah meresepkan antibiotik dan orangtua tidak menuntut untuk diresepkan antibiotik jika tak dibutuhkan. Pemebelian antibiotik secara bebas di toko obat pun sebaiknya tak dilakukan. Misalnya antibiotik amoxicillin (spektrum luas) sering ditemukan di toko obat.

Ingat, pemakaian antibiotik harus dikontrol oleh dokter, apakah perlu dilanjutkan atau tidak, perlu jenis yang sama atau diubah ke jenis yang lain. Yang jelas, setiap kali antibiotik habis sementara penyakit belum sembuh, perlu dikonsultasikan kembali ke dokter.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Post Comment
Rekomendasi close button
Back to top

0 komentar

Inspiration news is deliberately presented to all people, the news on this website is the article excerpt from the outside website, you can also quote this article by mentioning the source website.

Bagaimana Pendapat Anda?
 
Copyright © 2013 - 2015. Indozones - All Rights Reserved